oleh

Aksi Penolakan PM 118 Digelar Serentak Komite Aksi Nasional Drive Online di 13 Provinsi

Iklan Asia Mas Tour and Travel

Jakarta, TribunAsia.com – Aksi penolakan PM 118 digelar driver online secara serentak di 13 Provinsi dan diberbagai daerah di Indonesia. Massa aksi tersebut sempat berkumpul di Patung Kuda yang tergabung sebagai driver online se-Jabodetabek.

Dikatakan Ichsan selaku Humas Komando Pusat aksi longmarch juga dilakukan di sekitar kantor Kemenhub, Jalan Medan Merdeka, Jakarta.

“Aksi serentak yang dilakukan kurang lebih 13 Propinsi antara lain Jabodetabek, Banten, Jawa Barat, Solo, Balikpapan, Sumatera Selatan, Riau, Sumatera Utara, Surabaya dan lain-lain. Untuk Jakarta aksi dilakukan di IRTI Monas longmarch melewati Kemenhub dan sampai di Patung Kuda,” kata perwakilan driver online kepada TribunAsia.com, Selasa (20/1/2020).

Ia menambahkan, aksi serentak di daerah-daerah lainnya juga tercatat hingga mencapai 10 ribu orang. Menurut dia, massa aksi menuntut Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumardi untuk mencabut Peraturan Menteri Perhubungan 118/2018 tentang Angkutan Sewa Khusus (ASK).

“Tuntutan kami driver online, Kemenhub untuk mencabut PM 118 dan Gakkum” tandasnya.

Sebelumnya, diutarakan dia mediasi sudah sempat dilakukan antara pemerintah dengan perwakilan driver akan tetapi gagal tidak membuahi hasil. Namun pada hari ini, pihak Kemenhub tidak satu orang pun menemui para driver.

Rencana kedepan, driver online akan menempuh jalur hukum dan mendaftarkan judicial review ke kantor Mahkamah Agung RI.

“Tidak ada mediasi ke pemerintah (Kemenhub) dikenakan mediasi sudah berulangkali sebelumnya dikarenakan gagal. Perjuangan kami untuk saat ini kami fokuskan pada Judicial Review yang sedang kami daftarkan ke Mahkamah Agung,” kata dia lagi.

Driver online yang tergabung di Komite Aksi Nasional Drive Online (Komando) itu, mengklaim bahwa aksi penolakan terhadap Kementerian Perhubungan terkait PM 118 diikuti sebanyak 150 komunitas yang terdapat di berbagai daerah.

“Ada sekitar 100 sampai dengan 150 komunitas dari berbagai daerah,” ungkapnya. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *