oleh

Pembacaan Replik, Tim Penasehat Hukum Susanti Kecewa 2 Saksi Tidak Dihadirkan

Iklan Asia Mas Tour and Travel

Jakarta, TribunAsia.com – Jaksa Penuntut Umum (JPU) bacakan Replik terkait jual beli besi bernilai miliaran rupiah lebih kepada terdakwa Susanti Kurniadi di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim).

Kamis petang agenda pembacaan jawaban atas nota pembelaan dari Tim Penasehat Hukum terdakwa dihadiri langsung oleh Handri, SH penuntut umum dari Kejaksaan Negeri Jakarta Timur (Kejari Jaktim).

“Demikian jawaban kami atas nota pembelaan penasehat hukum terdakwa,” isi petikan terakhir yang di sampaikan oleh Handri selaku JPU, Kamis (4/10/2018).

Namun, dalam kasus yang melibatkan PT Karunia Multi Perkasa yang berdiri pada tahun 2007 bergerak di bidang penjualan besi pipa dengan  PT Eskasia Mitra Pratama.

Diketahui, terdakwa Susanti Kurniadi adalah Direktur Utama yang tengah menjalani proses hukum di pengadilan tentang pembayarannya barang.

Poin-poin telah disampaikan oleh Penasehat Hukum dalam pembacaan Pleidoi di muka persidangan tentang terdakwa Susanti Kurniadi atas dakwaan Primiair Pasal 378 KUHPidana dan dakwaan Subsidiair 372 KUHPidana.

Selain itu, Kuasa Hukum terdakwa  Susanti menanggapi disela-sela sidang, bahwa apa yang dicairkan dan diusahakan oleh suami terdakwa tidak dipenuhi oleh pelapor. Karena, dalam batas waktu 3 hari untuk pembayaran jual-beli besi tiada direspon.

“Bahwa apa yang ditanggapi oleh saudara JPU dana untuk pencairan yang di usahakan terdakwa dan suaminya tidak dipenuhi oleh pelapor karena dalam tempo 3 hari dicairkan untuk pembayaran,” kata Tim Penasehat Hukum diantaranya yaitu Rielen, SH., Ondo, SH.,Tris,SH., Rido,SH., dan Rita, SH.

Tim Penasehat Hukum turut menambahkan, ketika transaksi jual-beli besi terdakwa Susanti telah memberikan jaminan berupa surat tanah kepada PT Ekasia Mitra Pratama kepada Herman selaku bagian marketing.

“Bahwa ini murni perdata bukan pidana.

Dan telah diserahkan jaminan berupa surat tanah kepada Herman PT Eskasia Mitra Pratama sebagai marketing,” tandasnya.

Lebih lanjut kata Penasehat Hukum terdakwa, kliennya saat diperiksa kali pertama di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan langsung ditetapkan menjadi tersangka tanpa didampingi pengacara.

“Karena dalam satu hari itu tepat (17/10/2017) terdakwa langsung ditahan di Polda Metro Jaya,” imbuhnya.

Kembali ditegaskan, dalam perkara bisnis jual-beli besi terdakwa Susanti telah membayar sejumlah uang senilai Rp 452 juta kepada PT Ekasia Mitra Pratama dan jaminan berupa surat tanah.

“Karena terdakwa telah membayar sejumlah uang sebesar Rp 452 juta kepada PT Eskasia Mitra Pratama dan jaminan berupa surat tanah,” ujarnya.

Dalam persidangan itu, Ketua Majelis Hakim dipimpin oleh Ida Ayu, SH serta didampingi oleh Hakim anggota M. Sirad, SH.,MH dan RR Endah, SH.

Menurut Majelis Hakim, pihaknya akan segera menentukan putusan dan telah menentukan tanggal 8 Oktober 2018 mendatang dikarenakan persidangan berdurasi terlalu lama dalam perkara tersebut.

“Lama nih saya harus mutus, putusan kan banyak ya fix tanggsl 8 ya. Sidang ditunda taggal 8 Oktober 2018,” pesan Ketua Majelis Hakim Ida Ayu, SH mengakhiri sidang.

Masih kata Tim Penasehat Hukum terdakwa Susanti, dirinya berharap dalam kesempatan sidang putusan mendatang kliennya dapat bebas.

Tim Penasehat Hukum terdakwa Susanti pun menyampaikan rasa kekecewaannya,  dikarenakan saksi-saksi tidak dihadirkan dalam persidangan berkaitan dengan kliennya.

“Tim penasehat hukum berharap kepada majelis hakim membebaskan klien kami. Kita juga merasa kecewa Herman dan Regent tidak pernah dihadir dipersidangan sebagai saksi,” bebernya. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *